Review Laneige Water Sleeping Mask

Review Laneige Sleeping Mask

Hey beauty babes, setelah beberapa hari belakangan suka review cafe gara-gara menemukan struk di laci lemari, akhirnya kali ini aku balik lagi mau review beauty things. Oke, Laneige sendiri adalah sebuah brand dari Korea dengan kategori luxury brand. Aku sendiri membeli Laneige Water Sleeping Mask secara online karena malas harus ke konternya. Aku tipe pembeli yang ngga merepotkan mba-mba Beauty Advisor kok, jadi sebelum membeli suatu barang aku pasti sudah cari tahu reviewnya dulu di internet, karena aku pribadi kurang nyaman kalau harus dibuntutin mba-mba Beauty Advisor saat berbelanja di konter. (Introvert person detected) hehe.

Continue Reading

Review Natural Pasific Real Floral Toner – Rose

Hello beauty babes, akhirnya gue niat lagi bikin review beauty product. Kali ini gue mau review Natural Pasific Real Floral Toner yang seri Rose. Natural Pasific ini adalah beauty brand dari Korea yang lumayan sedang booming akhir-akhir ini. Gue yang awalnya ogah-ogahan make toner akhirnya pengen juga nyobain Natural Pasific Real Floral Toner karena banyak review positifnya. Sebenarnya ada dua series sih untuk Natural Pasific Real Floral Toner ini, yaitu yang seri Calendula dan Rose. Setelah gue liat-liat review sana sini akhirnya gue memantapkan hati untuk beli yang seri Rose karena katanya dapat melembapkan wajah gue yang suka kering ini. Nah bagaimana hasilnya di kulit gue? Here we go!

Continue Reading

Unicorn Cafe, Bangkok Review

Sebelum ke Bangkok, gue pernah ngeliat di Instagramnya seorang beauty guru yaitu Vinna Gracia ngepost kalau dia waktu di Bangkok sempet makan di cafe lucu gitu yang full colour pastel kaya di surga. Nah setelah tahu kalau nama tempatnya itu Unicorn Cafe, fix, gue ngebatin kalo gue mesti nyobain makan di Unicorn Cafe.

Gue ngga langsung pergi kesana ketika nyampe di Bangkok, gue mengalokasikan hari tertentu yang niat banget untuk bepergian nyobain makanan di hari keempat deh kalo ngga salah. Mungkin emang takdirnya ya mesti ke Unicorn Cafe, ternyata ini cafe lumayan deket dari hotel, kaya sekitar satu kilometer gitu. Gue lupa deh waktu ke Unicorn Cafe itu berangkatnya dari hotel langsung kesana atau sehabis shopping di Siam, yang gue inget gue jalan kaki, YHA jalan kaki aja gitu saking semangatnya mau ke Unicorn Cafe.

Continue Reading

Mango Tango, Bangkok Review

Berbicara tentang wisata kuliner di negara Thailand, ada satu cafe yang pengen gue jabanin, yaitu Mango Tango. Sebelum ke Thailand gue udah cuma tahu beberapa makanan yang terkenal adalah pad thai, thai tea, berbagai olahan daging babi dan buah mangga.
Meskipun di Indonesia udah rame yang jual thai tea ala-ala, smoothie mangga ala-ala serta mango sticky rice, tapi tetep aja gue pengen nyobain yang asli kalo beli di negaranya, yah biar authentic gitu.

Berbekal browsing-browsing di Google, akhirnya gue main ke blog ini. Nah disana ada beberapa penjual mango sticky rice yang paling hits. Sebenarnya di warung-warung makan biasa ada sih yang jual, tapi gue anaknya sepenasaran itu sama yang di café-café, pengen duduk-duduk juga, kalo diliat sih kebanyakan orang jualnya take away gitu kaya cemilan. Akhirnya gue memilih Café Mango Tango sebagai tempat eksekusi mango sticky rice.

Continue Reading

Makeup Natural untuk ke Undangan Pernikahan

Bali musim kawin. Begitulah kalau sudah ada di bulan-bulan tertentu di setiap tahunnya. Timeline sosial media dipenuhi dengan foto-foto pernikahan, kemesraan pasangan raja dan ratu sehari hingga para undangan yang tampaknya ngga mau kalah saing sama yang nikah.

Nah seringkali saya menghadiri undangan pernikahan setelah jam kerja atau beraktivitas seharian, jadi ngga sempet tuh yang namanya ke salon berjam-jam buat dandan doang. Tapi saya juga ngga mau tampak kucel sendiri terlihat letih sehabis bermacet-macet ria, so tanpa berkepanjangan lagi saya mau bagi-bagi tips bagaimana dandan yang natural untuk pergi ke undangan.

Here we go…

Continue Reading

Mengapa Mindset dan Kepekaan Itu Penting?

Kalau kalian perhatikan, dunia terus berubah.
Saya masih ingat saat kecil, orangtua saya berpesan, “Belajar yang rajin ya, biar nanti bisa naik kelas”.
Setelah naik kelas, ternyata tidak cukup sampai disana.
“Belajar yang rajin ya, biar nilainya bagus, nanti diterima di sekolah yang bagus.”
atau, “Sekolah di sekolah A bagus loh, nanti setelah lulus kamu pasti langsung dapat kerja.”

Saya yang waktu itu masih belum terlalu mengerti sih iya-iya aja dikasih tau gitu dan saya juga sejak kecil memang tidak pernah kesulitan belajar, ya kecuali matematika. Hehe
Setelah besar, setelah kuliah, setelah bekerja. Saya tidak lagi memiliki pemikiran yang sama. Pertanyaan saya setiap hari hanya, “Mengapa kita harus bekerja?”

Banyak yang menganggap saya aneh, yaiyalah mesti kerja, emangnya uang datang dari langit? Kita pipis aja bayar Rp 2.000,- padahal urine kita diambil.
Kita potong rambut aja bayar Rp 50.000,- padahal rambut kita diambil. Ya kan?

Banyak orang yang selow aja mengikuti keadaan disekitar, “yaudah gue kerja aja sih, kan hidup emang gitu, lahir, sekolah, kerja, nikah, punya anak, dan seterusnya.” So basic.
Saya bukan penentang siklus standar tersebut, saya hanya seringkali bertanya dalam diri, “mengapa harus begitu?”
Kenapa kita seakan harus bersikap iya-iya aja terhadap sistem kehidupan?

Saya yakin beberapa orang dari kita pernah berpikir seperti ini:
Dulu, travelling hanya untuk orang yang punya uang, harga tiket mahal, banyak orang bekerja di bandara, bekerja di travel agen untuk menjual tiket pesawat dan lain-lain.
Tapi sekarang, harga tiket pesawat lebih terjangkau, bisa beli online kapanpun dimanapun, tanpa harus bermacet-macet ria ke tempat jualan tiket pesawat dan sampai sana ternyata ngga ada seat kosong.
Ngga hanya itu, sekarang ngurus check in di bandarapun bisa sendiri, yang berarti peran manusia yang menangani hal-hal receh seperti administrasi itu sedikit demi sedikit akan tergantikan oleh sistem, oleh robot.
Ngga percaya? Coba search self servicenya terminal 4 di Changi Airport Singapore yang bikin saya kepikiran banyak manusia akan kehilangan pekerjaan dan beranjak buat nulis artikel ini.

Yha, saya emang serandom itu. Habis baca tentang terminal di Changi langsung nulis beginian.

Continue Reading

Review Senka Perfect Whip Facial Wash

Hola, kali ini saya mau review facial wash yang belakangan ini sudah saya gunakan, yaitu Senka Perfect Whip Facial Wash.

Senka Perfect Whip Facial Wash ini merupakan facial wash terbaik nomor 1 di Jepang selama bertahun-tahun, makanya saya jadi pengen nyoba, emang sebagus apa sih kok bisa jadi best seller gitu?

Continue Reading

Review LT Pro Long Lasting Matte Lip Cream – My Favorite Lip Cream

Sebagai pecinta lip matte, saya sudah menjajah berbagai merk lipstick dari berbagai merk. Saya jarang sekali repurchase lip product, karena suka coba-coba, tapi untuk yang satu ini mungkin bisa jadi pengecualian saya.

Pertama kali nyobain LT Pro Long Lasting Matte Lip Cream ini sih punya saudara, entah waktu itu shade nomor berapa saya lupa. Hal yang saya ingat pokoknya, ringan banget formulanya.
Awalnya sih jujur saya sempat underestimate lip cream ini karena merk lokal dan saya belum pernah dengar reviewnya, tapi kenyamanan formulanya mengalahkan segalanya.

Continue Reading

Review Pond’s White Beauty Brightening Micellar Water

Kali ini saya akan memberi review tentang micellar water yang lumayan bagus, mudah didapatkan di mini market, dan harganya terjangkau.

Pond’s White Beauty Brightening Micellar Water

Micellar Water akhir-akhir ini memang menjadi sebuah peralihan dalam cara membersihkan wajah.

Bagi kalian yang sudah sering mantengin vlog-vlog atau Instagram story dari para beauty enthusiasm pasti sudah mengenal keberadaan micellar water ini.

Banyak sekali micellar water yang beredar di pasaran, yang paling booming dan terbaik sih tetap micellar water keluaran Bioderma.

Tapi, ngga semua orang niat banget beli micellar water sekelas Bioderma dengan harga yang cukup pricey untuk ukuran pembersih wajah. Ya kan pake Viva Cleansing aja masih bisa dan ngga bikin sekarat toh?

Continue Reading

We Have More than We Need

Saya sedang ada di masa-masa menikmati hari-hari tanpa pekerjaan tetap di usia produktif.
Bermalas-malasan? Tidak juga, saya ingin mengembangkan diri lebih tepatnya selagi muda. Saya ingin tahu seberapa jauh kemampuan saya, tapi bukan itu pointnya.
Oke, kita skip saja bagian pekerjaan, nanti saya akan bahas lebih lanjut lain kali.

Kali ini saya akan bercerita mengenai “Ketertarikan Semesta”
Kalau kalian pernah membaca buku The Secret atau barangkali membaca quote-quote yang kurang lebih isinya
“When you want something, all the universe conspires to help you achieve it – Paulo Coelho”
Ya, saya sedang percaya akan keajaiban itu. It’s like magic.

Continue Reading