Miniso Compressed Mask Review

Miniso Compressed Mask Review

Hola guys, kali ini aku mau membahas Miniso Compressed Mask. Siapa yang suka maskeran di sini hayo angkat kaki! (eh?).
Makin hari, makin banyak masker yang beredar di pasaran. Dari merk lokal, internasional, semuanya deh. Kalau waktu kecil aku tahunya sih masker alami dari putih telur atau dari madu dan itupun kalau ngerecokin barang-barang begituan di rumah ala-ala DIY bisa diomelin emak gara-gara aku ga taruh lagi di tempat semula sehabis memakai. Hehe jangan ditiru ya!

Setelah mencoba berbagai macam masker dari yang murah, banyak dijual di pasaran, dan juga mahal sampai jual ginjal akhirnya aku tertarik juga nih membuat masker ala-ala di rumah. Kalau dipikir-pikir sih aku lumayan banyak punya produk yang bentuknya cair, entah itu toner atau essence yang suka beli doang atau mungkin dapat free gift gitu (terutama kalau beli Laneige, Innisfree, bonusnya lumayan banyak hehe). Jadi daripada nganggur lebih baik ditemplokin aja tuh semua ke wajah dengan compressed mask.

Apa itu compressed mask?

Nah, compressed mask itu adalah kertas tisu sebagai media sheet mask (masker tisu sekali pakai). Kita dapat mengisi compressed mask ini dengan berbagai macam produk yang akan digunakan sebagai bahan maskernya, bisa dengan toner atau essence, yang jelas harus berbahan dasar cair dan dapat menempel pada kertas tisunya. Tanpa berbasa-basi lagi, mari simak pembahasannya!

Aku membelinya di store Miniso, kalian tidak harus membeli merk yang sama, tapi karena kebetulan aku membeli merk Miniso, maka aku akan sekalian membahasnya lebih detail sekalian nunjukin sama kalian ya!

(gambar kemasan)Miniso Compressed Mask Review

Miniso Compressed Mask Review

Bentuknya lucu, seperti kemasan permen. Tidak banyak orang yang tahu apa fungsi compressed mask ini jika dilihat dari kemasannya. Bahkan ketika aku membeli Miniso compressed mask ini, ada beberapa perempuan menanyakan aku ini beli apa sih? hehe.
Harganya sendiri cukup terjangkau yakni Rp 30,000 dengan isi 30 pcs compressed mask, cukup murah dalam ukuran kita bisa DIY sheet mask setiap hari.

Cara menggunakan:

  • Pertama, bersihkan dulu wajah seperti biasa dengan facial wash. Salah satu facial wash andalanku adalah Senka Perfect Whip, kalian bisa cek reviewnya di postingan ini.
  • Buka kemasan Miniso compressed mask. Hal yang aku suka dari kemasannya itu di bagian atas ada sealnya seperti kemasan obat jadi meski disobek nanti bisa diclip off lagi biar ga berantakan, ngerti gak sih? Hehe.
    Oh iya, terkadang kemasan dari compressed mask ini agak berbeda, ada yang gambar We Bare Bears, tapi kali ini aku dapat yang versi polos warna hijau pastel. Jangan bingung ya, fungsinya sama kok.
  • Miniso Compressed Mask Review
  • Kali ini aku menggunakan essence dari SKII, yaitu SKII Facial Treatment Essence, kalian bisa cek reviewnya di postingan ini untuk lebih lanjut. Karena aku gak mau essenceku terbuang sia-sia, maka aku tuangkan essencenya di tempat softlens yang sudah tidak terpakai (tapi agak besar dari tempat softlens pada umumnya). Setelah aku mengisi salah satu lubang case softlens dengan essencenya, aku masukkan si Miniso compressed mask yang sudah dibuka tadi dan voila! Essencenya langsung menyerap dengan sempurna dan compressed masknya agak menggembung.
    Disinilah keunikan DIY sheet mask dengan menggunakan compressed mask, kita bisa mengatur seberapa basahkah masker kita dengan menambah essence atau tonernya. Kalau mau yang pas juga bisa ditambahkan sedikit demi sedikit.
  • Miniso Compressed Mask Review
  • Selanjutnya, buka Miniso compressed mask yang telah mengembang dengan perlahan, lalu gunakan sebagai sheet mask di wajah yang sudah dibersihkan.

Ini dia bentuk maskernya

Miniso Compressed Mask Review

Kesimpulan:
Ada beberapa hal yang aku suka dari Miniso compressed mask terlepas dari apapun bahan toner atau essence yang digunakan, yaitu:
1. Murah
2. Mudah menggunakannya sebagai sheet mask
3. Kemasannya super duper praktis dan menggemaskan
4. Sangat berguna untuk maskeran setiap hari tanpa harus membeli masker.

Namun ada juga hal yang kurang aku suka dari compressed mask ini, antara lain:
1. Sheet masknya agak tipis dan sepertinya kurang mau menempel dengan baik di kulit (mungkin nanti dicoba dengan bahan essence yang agak rich teksturnya).
2. Bagian pipinya terlalu lebar buatku jadi ada kelebihan space hingga rambutku juga kena masker hehe.

Terlepas dari itu semua, membuat sheet mask dengan toner dan essence yang ada menggunakan compressed mask ini patut dicoba karena bahannya murah, caranya juga mudah dan tidak ada rasa bersalah karena kebanyakan produk yang tidak terpakai di rumah. Hehe

Hopefully it will help you guys!

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *