Changi Airport Singapore (Proses Imigrasi, Makan Subway, MRT Card, Naik Sky Train dan MRT)

Changi

Bagaimana rasanya pertama kali ke luar negeri? Wuhh I would can say I can’t sleep. (gak sih aku tetep tidur kok). Aku gak pernah kepikiran bakal pernah menginjakkan kaki ke luar negeri karena ya, duit darimana ya kan? Hanya saja hati kecil berkata “maybe someday I’ll go to another country at least once in my life”. Dulu aja kalau ke Jakarta gitu palingan ikut study tour dan itupun nabung banget. Hehe

Changi

So, it’s my first time to traveling aboard. Sebenarnya aku ke Singapore karena ajakan temenku nonton konser Coldplay. Padahal to be honest, kalau aku sih prioritasnya main Mummy di Universal Studio. Hehe
Jujur gak pernah kebayang aja kalau bisa pergi ke luar negeri karena aku lumayan takut kalau pergi jauh sendiri, orang tuaku pasti heboh juga bakal ngga ngijinin (ini aja sebelum pergi aku kenalin temenku satu-satu ke rumah supaya diijinin) hehe.

Aku sama teman-temanku sudah membuat itinerary jauh-jauh hari, karena kami sadar kami ramai-ramai dan mungkin prioritas masing-masing beda-beda.

Untuk tiket pesawat PP dari Bali-Singapore aku beli harganya Rp  1.974.000 ditambah insurance Rp 27.000 tanpa bagasi sudah kami beli dari bulan Desember atau Januari ya kalau ga salah, untuk keberangkatan 30 Maret 2017. Kalian ingat kan di postinganku yang sebelumnya kalau aku tidak membeli bagasi pada saat keberangkatan, tapi kami membeli bagasi saat pulang ke Bali (ceritanya bawa oleh-oleh tapi beli bagasinya cuma satu orang, patungan berlima. wkwkwk gini amat sobat miskin). Nah kalau kalian mau tahu bagaimana aku packing dan apa saja yang aku bawa, cek postinganku yang sebelumnya di sini ya

Online Check In Agar Lebih Mudah dan Cepat
Salah satu tips dari aku saat bepergian dengan pesawat apalagi kalau kamu gak beli bagasi adalah melakukan online check-in. Setelah membeli tiket kalian bisa langsung ke website check-in dari maskapainya lalu input data kalian dan udah deh. Beberapa keuntungan dari online check in diantara lain, kalian ga perlu antri check in saat di bandara. Ini bagus banget buat kalian yang gak beli bagasi karena kalau ga beli bagasi terus tasnya terlihat penuh biasanya suka disuruh beli bagasi gitu kan. Hehe. Terus kalian juga bisa konfirmasi tempat duduk di pesawat, jadi sangat berguna buat kalian yang perginya rame-rame jadi bisa jejeran gitu duduknya tanpa tercecer. Selain itu, online check-in juga berarti kamu telah mengonfirmasi akan hadir dalam penerbangan. Jika saat menjelang take off kalian belum berada di kursi pesawat, nama kalian akan dipanggil tiga kali oleh awak kabin (ya mending sih daripada dipanggil Tuhan ya kan? Hehe).  Ini aku kasi salah satu contoh online check in dari maskapainya.
Changi

By the way baca juga ya larangannya, misalnya online chek in tidak disarankan untuk ibu hamil dan lain-lain.

Pesawat kami berangkat pukul 06:30 dan tiba di Changi Airport jam 9 atau jam 10 ya waktu setempat? Aku lupa, tapi waktu Singapore dan waktu Denpasar Bali sama, jadi tidak ada perbedaan waktu.

Oh iya, buat kalian yang baru pertama kali ke luar negeri, harap diperhatikan karena saat di pesawat, pramugarinya akan memberi departure card yang harus diisi (ada bagian yang bisa disobek gitu dan nanti dikasih ke petugas imigrasi yang ada di Airport dan sebagian sobekannya kami simpan simpan dan gak boleh hilang sampai kembali ke Indonesia).
Isinya seperti deklarasi identitas kamu, tujuan kamu ke Singapore, kamu menginap di mana (kalau ini mungkin tujuannya agar kamu dipastikan memang berlibur di sana, sudah ada tempat menginap bukan bekerja) dan ada juga bagian yang memastikan bahwa barang-barang bawaan kamu bukan benda-benda terlarang. Sebaiknya kalian membawa pulpen dari rumah ya, lalu kalian isi departure card-nya saat di pesawat agar saat tiba di Airport tujuan kalian ga ribet lagi ngisi kartunya dan rebutan pulpen sama yang lain sehingga membuat antrian makin panjang.

Sampai di Changi Airport
Changi Airport ini lumayan luas pemirsa, jadi ada 4 terminal dan saat itu sepertinya terminal 4 yang ada self check-in belum beroperasi (maaf ya kalau salah info). Pada saat keluar dari pesawat aku berada di terminal berapa aku lupa dan mau nyari jalan keluarnya aja lumayan capek. Aku ceritain proses ke imigrasi dulu aja kali yaa?

Changi

Nah, setelah muter-muter kaya orang hilang akhirnya sampailah di imigrasi Singapore. Aku dengar-dengar sih petugas imigrasi itu galak-galak tapi kalau sekarang sudah bisa self check-in mereka tambah galak gak sih karena kerjaannya direbut oleh robot? Hmm saat itu aku masih manual diperiksa imigrasinya.

Ngantri di imigrasi ini sumpah ya, lama banget saking ramainya. Untung ada Wifi dimana-mana jadi lumayan ga bete saat ngantri. (Begini amat nasib naik economy class, nanti kapan-kapan aku share ya rasanya naik business class yang ga perlu ngantri panjang di imigrasi).  Jadi ngantri di imigrasi ada linenya gitu, ada yang khusus foreign, terus ada yang khusus buat warga negara mereka (baca di papan atasnya ya, jangan salah pilih *ala-ala promo presiden). Kalian juga mesti aware karena ada batas line dimana kamu harus mengantri. Jadi bukan seperti mengantri biasa di kasir gitu yang ngantri sampai di depan meja kasirnya. Kalau di imigrasi anggapan di depan meja kasirnya itu hanya ada orang yang sedang dilayani, orang yang ngantri itu berada di belakang garis pembatas.

Kalau dibilang diintrogasi sama petugas imigrasi itu seram sih gak juga ya. Tips dari aku adalah, sebelum ke imigrasi persiapkan semua dokumen yang diperlukan seperti paspor, departure card yang dibagikan saat di pesawat tadi, lalu reservasi hotel dan tiket PP sebaiknya diprint out juga agar memudahkan petugas saat memeriksa. Kenapa aku saranin diprint? Ya biar ga ribet buka-buka email lagi saat mau diperiksa, selain itu kita ga pernah tahu bisa aja HP kita hilang, entah kecopetan, jatuh, rusak, kelupaan di pesawat, dan lain-lain. Jadi lebih baik dipersiapkan saja ya! Lagi pula kelengkapan dokumen juga mempermudah kamu yang kurang lancar Bahasa Inggrisnya karena petugasnya ga tahu mau nanya apa lagi. Hehe

Subway, Small Heaven in Changi

Next, mencari Subway. I don’t really know this food until my friend said “gila, itu makanan enak banget kamu mesti coba” (padahal dia juga belum pernah coba, cuma lihat di Youtube). Aku lupa lokasi Subway ini di terminal berapa (kalian bisa ambil map yang ada di Changi untuk lebih tepatnya ya, siapa tahu mereka pindah ruko). Setelah keliling-keliling akhirnya kami menemukan Heaven Corner bernama Subway.

Subway ini sejenis sandwich yang dari roti, isi, sayur, saus, semuanya bisa di-custom. Harganya sekitar $6-$8. Pilihan rotinya ada yang setengah atau yang full (tapi setengah aja udah bikin kenyang bego). Kalau ga salah inget yang setengah itu harganya $6.40, terus yang full panjangnya itu kalau ga salah $7.10 agar aman kalian bawa duit $10 ajalah untuk menikmati surga kecil di Changi Singapore ini.

Cara ordernya tuh kalian pilih menunya dulu misal roasted beef terus kalian akan ditanya mau pilih roti apa, mau yang setengah atau yang full. Ada beberapa jenis roti yang bisa dipilih diantaranya wheat, honey oat, Italian, hearty Italian, parmesan oregano (penuh effort buat nyari ini karena udah lupa sebenarnya haha). Setelah itu kalian akan ditanya mau isi sayur apa, aku lupa sih sayurnya apa aja pilihannya yang aku ingat ada timun, ada tomat, jadi kalian bisa request tuh sayur apa aja yang mau diisi. (Eh tomat itu buah atau sayur sih?) Terakhir kalian pilih deh sausnya mau saus apa, ada chili sauce, mustard honey, terus apalah itu aku lupa. Kalau ga salah pilihan sausnya maksimal dua atau tiga gitu, selebihnya bayar lagi. Terus udah deh tinggal pilih mau minuman apa lalu bayar di kasir. Jangan ragu kalau kalian ga bisa Bahasa Inggris ya, milih-milih menunya bisa touch screen kok kaya di warung nasi padang hehe. Satu pengalaman juga saat mau pesan air mineral aku udah merangkai kata di otak eh mba-mbanya pakai Bahasa Melayu yang kurang lebih sama seperti Bahasa Indonesia. Huft.

Kira-kira begini nih penampakan Subwaynya, silahkan dimakan di meja yang tersedia dan jangan lupa bersihkan sampah bekas makanan kalian ya!

Changi

Tentang Sky Train & MRT

Salah satu hal yang membuatku excited juga adalah mencoba naik MRT. Eh tapi sebelum menemukan MRT kami naik Sky Train dulu di Changi untuk ke terminal 2 (tempat untuk mencari stasiun MRT-nya). Jadi Sky Train itu mirip MRT tapi beroperasinya di atas ya (namanya juga sky). Sky Train ini adalah transportasi publik gratis yang menghubungkan antar terminal di lingkungan Changi Airport. Bentuknya lebih kecil daripada MRT, datangnya setiap 2 menit sekali jadi ga usah grasa-grusu mau masuk Sky Train kalau pintunya sudah mau tertutup atau keretanya sudah mau penuh ya! Sky Train ini tidak ada yang mengoperasikan, so it’s totally a machine. Sky Train ini beroperasi dari jam 5 pagi sampai jam 2.30 pagi (kerja lembur bagai kuda cyin).

Oh iya, kalau kalian mau naik transportasi publik di Singapore seperti naik sky train atau MRT ada aturannya, seperti berikut:

  1. Mengantrilah di belakang garis yang sudah ditetapkan
  2. Biarkan orang-orang keluar dari kereta terlebih dahulu
  3. Masuk ke kereta dan jangan langsung duduk. Biasanya kursi yang tersedia di dekat pintu kereta khusus untuk ibu hamil & menyusui, penyandang disabilitas dan orang-orang yang sudah tua. Kalau ada kursi kosong di sebelah kursi khusus ibu hamil dan orang tua barulah kalian boleh duduk (jadi nanti ada simbol atau logonya kok).
  4. Kalau ga dapat tempat duduk yaudah berdiri aja, kalian ga perlu takut ada yang bau ketek karena AC di sky train atau MRT dingin banget jadi ga ada cerita bau badan sih menurut pengalamanku.

Beberapa larangan yang aku tahu mengenai Sky Train atau MRT diantaranya tidak boleh makan dan minum selama di dalam kereta. Merokok dan makan durian adalah masalah besar saat di Singapore. Kalau kalian haus banget sebaiknya minumlah sebelum masuk ke dalam kereta, pada saat di kereta makanan atau minumannya dimasukan ke dalam tas aja agar lebih aman dan tidak berceceran.

Tentang Eskalator
Aku kurang tahu apa ini hanya berlaku di luar negeri atau sebenarnya di Indonesia juga bisa diterapkan? Kalau kalian naik eskalator di Singapore pastikan kalian berada di sebelah kiri karena yang di sebelah kanan hanya untuk orang yang buru-buru (jadi mereka akan nyalip dari sebelah kanan gitu).

Pengalaman Naik MRT
Tidak jauh berbeda dengan naik sky train, bedanya kalau naik MRT kalian harus bayar. Nah, pilihan untuk membayar pada saat naik MRT itu ada beberapa cara, ini aku sekalian kasih sedikit penjelasan ya mengenai MRT Card. Ada tiga jenis kartu yang bisa kalian gunakan untuk naik MRT, yaitu:

  • Tourist Card
    Kalau kalian pecicilan ga bisa diem dan ga mau pusing mikir berapa bayar transportasi selama di Singapore, kalian bisa membeli Tourist Card. Jadi kalau pakai kartu ini kalian gak perlu khawatir sama sisa saldo yang ada karena pakainya unlimited. Harganya $10 untuk masa pakai 1 hari, untuk dua hari harganya $16 dan untuk 3 hari $20. Jangan lupa ada deposit cashnya $10 yang nantinya akan dikembalikan saat kalian mengembalikan tourist cardnya. Sebagai pengingat, meskipun unlimited tapi tourist card ini tidak dapat digunakan di beberapa outlet gitu misalnya ga bisa dipakai naik Sentosa Express pada saat mau ke Sentosa Island a.k.a Universal Studio and the genk, jadi nanti disana kalian harus beli single ticket lagi.
  • Ez-link
    Changi

    Pengalamanku kemarin ke Singapore menggunakan Ez-link. Jadi kartu Ez-link ini sebenarnya sama aja seperti tourist card hanya saja mesti diisi ulang kalau saldonya sudah mau habis. Aku beli kartu Ez-link dengan harga $12 dan saldo awalnya $7, denger-denger kalau kalian beli kartu Ez-linknya di Sevel a.k.a Seven Eleven, harganya $10 tapi saldo awalnya $5 ya sama aja sih. Bedanya dengan tourist card, kalau Ez-link ini bisa dibawa pulang ke Indonesia dan masa berlaku kartunya 5 tahun (kaya presiden ya?).
    Nah, untuk keluar dari Changi Airport ini memang butuh effort apalagi bagi pemula ya, entah dimana diriku berada. Jadi kami ke Terminal 2 Changi Airport dengan Sky Train lalu mencari konter yang jual Ez-link lalu turun ke basement untuk mencari stasiun MRT, udah deh siap naik MRT menuju hostel.

  • Single ticket
    Kalau ini mungkin cocok untuk kalian yang cuma sebentar ke Singapore, entah hanya transit atau numpang pipis di toilet Changi yang keren itu. Jadi sesuai namanya, single ticket ini dibeli setiap kami mau ke suatu tempat. Aku gak terlalu tahu banyak sih tentang ini dan belum pernah coba, kalau di Thailand sih pakai yang jenis ini.

Perjalanan dari Changi ke hostel kami lumayan jauh. Begitu naik MRT kalian harus aware sama map yang ada di bagian atas kereta (jadi di dekat pintu kereta ada mapnya gitu dan ada indikator lampu yang menunjukkan kita sedang ada di stasiun mana). Kalian dengerin juga mba-mba mesinnya kalau bilang next station berhenti di mana. Misalnya kamu mau berhenti atau ganti kereta di stasiun C dan sekarang sedang berhenti di stasiun B, jadi siap-siap aja keluar terutama kalau kamu duduk di MRT bukan berdiri. Keluar dari kereta juga ga usah grasa-grusu. Terus perhatikan kalau misal kalian harus ganti kereta atau interchange, kalau salah ya mesti berhenti di stasiun berikutnya lalu cari arah kereta untuk ke arah kebalikannya. Seru sih naik MRT karena aku tipe yang susah baca peta jadi aku diajarin sama temenku sampai diajak tebak-tebakan, “Kalau mau ke sini kita harus berhenti di mana ayo? Ganti kereta ga?”

Sebagai catatan, perhatikan juga warna jalur MRT karena mereka punya jalur yang berbeda-beda, lalu seperti yang aku katakan tadi, ada juga beberapa stasiun untuk mengganti kereta (interchange). Kalian bisa download peta MRT karena sepertinya sekarang sudah ada beberapa stasiun baru.

Segitu dulu update ceritanya ya, kalau mau tanya-tanya boleh komen di bawah atau DM aku di Instagram. Untuk part jalan-jalannya akan aku lanjutkan secepatnya ya!

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *