Bangkok Day 2: Cara Naik BTS dan Santorini Park Journey

Santorini

Hi beauty babes, postingan ini adalah lanjtan dari postingan aku sebelumnya di sini. Kalau ditanya mau cari apa ke Bangkok, mungkin tujuan utamaku adalah ke Santorini Park. Yaah karena kalau ke Santorini Greece beneran mah nabungnya lama. Menurut social media, Santorini Park ini merupakan tempat yang lumayan hits di Thailand, apalagi bagi kawula muda (elah bahasanya hahah)

Setelah melihat di Google Maps, jarak dari apartemen menuju Santorini Park cukuplah jauh, yaitu sekitar 3-4 jam bila ditempuh dengan mobil. Aku bisa saja memesan Grab langsung menuju ke Santorini Park, tapi sepertinya kurang menantang kalau dari apartemen naik mobil langsung sampai di sana. Jadi aku memutuskan untuk mencoba transportasi umum.

Menurut beberapa blog yang aku baca, untuk menuju Santorini kita harus menggunakan minivan yang ada di terminal dekat Victory monument. Karena aku kurang paham dengan mekanisme perjalanan bus di sini, maka aku memutuskan untuk naik BTS (Bangkok Skytrain) untuk menuju Victory Monument.

Cara Naik BTS (Bangkok Mass Transit System atau Bangkok Skytrain)

BTS atau Bangkok Skytrain ini adalah salah satu transportasi umum yang banyak penggunanya. BTS beroperasi sejak pukul 5 pagi hingga tengah malam (maaf kalau malam kurang tahu sampai jam berapa jadi lebih baik jangan keluyuran kalau malam ya, hehe). BTS mengkoneksikan beberapa line seperti ke Subway (kereta bawah tanah) atau yang lebih dikenal dengan MRT, Airport rail link dan Chao Phraya Express Boat. Lengkap banget kan? Kalau mau naik kereta di atas ya naik BTS, kalau mau naik kereta bawah tanah pakai MRT, kalau mau ke bandara ya pakai Airport Rail Link, sedangkan kalau mau menjelajah Bangkok dari sungai bisa pakai boat.

Santorini(Tiket satuan naik BTS dengan map dibaliknya)

BTS ini terdiri dari dua line, yaitu Sukhumvit line (berwarna hijau muda) dan Silom line (berwarna hijau tua atau tosca tua sih ini namanya, mon maap kurang tahu shade beginian). Nah, kedua line tersebut terhubung di Siam Central Station. Jadi kalau mau atau perlu ganti line selama perjalanan, kalian bisa ke Siam Central Station sekalian belanja-belanja karena Siam merupakan Shopping Centrenya Bangkok.

Untuk cara naik BTS sendiri sebenarnya mudah, lagipula line di Bangkok tidak serumit MRT di Singapore yang lebih berwarna-warni. Kapan ya di Bali ada beginian?

Pada saat aku di Bangkok, aku tidak membeli kartu yang seperti EZ-link yang tinggal top up lalu bisa tap kapan saja saat naik BTS, tapi aku membeli single tiket setiap naik kereta karena aku kurang tahu di perjalanan selanjutnya apakah aku akan lebih banyak menggunakan BTS, MRT atau Grab. Jadi aku akan menjelaskan cara naik BTS dengan single tiket yaa!

Pada mesin tiket terdapat 4 bagian yaitu:
Select fare
Lihatlah map yg tersedia di mesin BTS, nomor yang tertera itu adalah harga tiketnya. Misalnya aku sekarang berada di Chong Nonsi dan mau ke National Stadium, maka perhatikan nomor atau harga yg tertera di map bagian national stadium (misalnya 30 Baht), jadi aku harus membayar 30 Baht.

Insert coin
Tiket hanya dapat dibeli dengan uang koin, jadi kita harus tukar uang kertas dulu di stasiunnya dan please note ada beberapa pecahan mata uang yg tidak diterima di mesin tiketnya. Siapkan uang koin 30 Baht jika ingin menuju National Stadium. Tips dari aku kalau kamu masih belum terbiasa dengan pecahan uang koin Thailand, masukin aja koin yg kamu punya, tidak perlu terlalu detail memisahkan uang atau ngitungnya kelamaan (kasihan yg ngantri di belakang) karena kalau uangnya kurang pasti ada notifikasi di layarnya, sedangkan kalau uangnya kelebihan maka uangmu akan jatuh ke bagian take change.

Take ticket
Setelah berhasil memasukkan koin, maka tiketnya akan keluar dari bagian take ticket. Tiketnya berbentuk kartu kecil seperti ini, jangan sampai hilang ya hingga di tujuan karena kalau hilang kamu tidak bisa keluar dari stasiun tujuan (dalam hal ini contohnya adalah tidak bisa keluar dari stasiun National Stadium setelah sampai di sana).

Take change
Seperti yang aku jelaskan tadi, kalau koin yang dimasukkan kelebihan, maka mesinnya akan memberi kembalian di bagian ini. Oh iya, beberapa pecahan mata uang koin tidak dapat digunakan pada mesin tiket BTS walaupun kamu mendapatkannya dari mesin tiket. Jadi kalau ada kembalian yang tidak bisa digunakan lagi di mesin tiket mending ditabung buat beli Subway. Hahaha

Setelah mendapatkan tiket berjalanlah menuju check in machine, masukkan kartu sesuai arah yg benar, setelah itu carilah keretanya untuk berangkat. Untuk aturan mengantri sebelum masuk kereta baca tipsku di sini yaa.

Bedanya membeli single tiket dengan kartu top up adalah pada saat di bagian check-in machine menuju kereta. Jika menggunakan single tiket, kamu bisa memasukkan kartu sesuai arah yang benar. Nanti kartunya akan keluar di bagian atas mesin (jangan lupa diambil lagi) dan check-in machinenya akan terbuka dan kamu bisa menuju kereta. Lalu saat di tempat tujuan dan akan melalui check-out machine, maka kamu harus memasukkan kartu yang tadi sesuai arah yang benar lagi, tapi kali ini kartunya tidak muncul lagi alias tertelan dan kamu bisa melanjutkan perjalananmu. Jika kamu menggunakan kartu jenis top up maka setiap check in dan check out kamu hanya perlu tap kartunya di mesin tersebut. Sampai di sini mengerti Bambang?

Oke, mari kembali ke perjalanan menuju Santorini Park.

Perjalanan ke Santorini Park

Aku menginap di daerah Sathorn, jadi BTS stasiun terdekat adalah di Chong Nonsi Skytrain station. Perjalanan dari apartemen menuju stasiun Chong Nonsi ditempuh sekitar 10 menit, lumayanlah ya buat olahraga.

Kalau dilihat dari map, seharusnya aku dari stasiun Chong Nonsi, menuju Siam Central Station untuk mengganti kereta, lalu dilanjutkan ke Victory Monument untuk mencari terminal minivan.

Sounds easy right?

Nyatanya tidak semudah itu Ferguso!

Karena ini hari pertamaku naik BTS jadi ada dong ya nyasar-nyasarnya gitu hehehe. Pertama kali sampai di stasiun, aku menukar uang kertas dengan uang receh, lalu dengan yakinnya aku memilih rute National Stadium seperti yang aku contohkan di atas. Hmm mungkin karena aku pikir stasiun itu berada di paling ujung sekaligus stasiun untuk exchange atau pertukaran makanya aku malah pencet rute itu. Jadi ya kelewatan sedikitlah yaa hehehe.

Untungnya sih sadar ya kalau salah. Jadi dari National Stadium aku mencari BTS yang arahnya kembali ke Siam Central Station. Sampai di Siam, namanya juga stasiun untuk pertukaran line jadi ya rame banget dan sempat bingung sih karena stasiunnya menyatu sama mall. Untung pada akhirnya menemukan jalan yang benar menuju line hijau muda (Sukhumvit Line). Nah, dari Siam Central Station aku menuju Victory Monument dan di sini drama terjadi.

Bolak balik keliling di sekitar Victory Monument station tapi aku sama sekali tidak menemukan tanda-tanda terminal minivan.

Santorini

Beberapa blog mengatakan bahwa minivannya tidak jauh dari Victory Monument Station, tapi aku hanya menemukan bus jenis ini dan ketika aku turun, lihat tulisan kemana rute bus tersebut, rasanya pusing karena tulisannya dalam tulisan Thailand dan aku ga ngerti hahaha. Ada sih tulisan alfabet biasa gitu tapi kecil-kecil banget dan tidak ada tanda kalau bus-bus tersebut punya rute ke Cha Am, Hua Hin dan sekitarnya. Pusing ga lo?

Aku sempat menanyakan ke beberapa pedagang di sekitar stasiun kalau mau ke Cha Am ke mana ya? Karena Santorini Park mungkin dikenal anak-anak hits Instagram tapi tidak oleh warga sekitarnya sendiri jadi aku menyebut daerahnya saja yaitu Cha Am.

Tapi ibu-ibu itu mengatakan kalau mau ke Cha Am aku harus menuju Mo Chit Station. Aku gak percaya sama ibu-ibu itu karena mungkin saja ibu itu tidak tahu Santorini yang aku maksud dan semua blog atau youtube yang aku lihat mengatakan bahwa untuk menuju terminal minivan kami harus ke Victory Monument station.

Aku juga sempat chat temanku yang sudah pernah ke Thailand sebelumnya dan dia memberi beberapa informasi seingatnya. Kalau kalian mau baca cerita versi dia bisa main ke sini. Pada akhirnya aku agak lupa sih gimana dan akhirnya jadi juga ke Mo Chit Station setelah lama banget stuck di Victory Monument station.

Santorini(Sepertinya ini di National Stadium, ya biar ada kenang-kenangan nyasar)

Apakah penderitaan berhenti di sana?

Oh tentu belum

Sesampainya di Mo Chit station, bayanganku sih minivannya ada di bawah stasiun seperti kata orang-orang, atau minimal terminalnya dekat dengan stasiun. Ternyata tidak seindah itu. Setelah keliling dan bertanya-tanya, ternyata terminalnya cukup jauh dan perlu Taxi untuk kesana karena kalau jalan kaki kejauhan.

Capek akutuuuuu!

Yaudah, aku akhirnya memesan Grab. Hampir putus asa sih. Ingin rasanya langsung naik Grab menuju Santorini tapi sepertinya aku belum kapok untuk nyasar. Hahahhaa. Aku juga penasaran karena temanku bilang kalau naik minivannya seru goyang-goyang ngebut di jalan dan desek-desekan sama penumpang lain.

Apakah di bayangan kalian naik Grab di Bangkok gampang?

Hmm ya gampang sih, tinggal klik-klik dapat driver dan nunggu di jemput. Masalahnya adalah bahasa kita. Banyak penduduk Bangkok yang bahasa Inggrisnya aneh atau mungkin karena dialek mereka, jadi kalau mau dengar mereka bicara harus diperhatikan dengan saksama. Hal yang terjadi denganku saat itu adalah aku tidak tahu harus menjelaskan titik poin penjemputannya di mana, stasiun Mo Chit kan tidak selebar daun kelor? Tapi dengan selamat sentosa akhirnya mas-mas Grabnya ketemu juga sama aku.

Ternyata dari Mo Chit station menuju terminal Mo Chit untuk ketemu sama minivan itu lumayan jauh. Untung gak nekat jalan kaki. Sebenarnya sih aku sudah berangkat sepagi mungkin karena perjalanannya bisa 3-4 jam dan aku ga mau menghabiskan waktu sebentar di sana karena sudah pergi jauh-jauh. Setibanya di terminal Mo Chit, aku mencari loket untuk memesan tiket minivan. Aku ingat pesan temanku, pastikan orang yang jaga ngerti, ingat dan suruh dia manggil kalau minivannya udah mau jalan. Yeah, aku ingetin mas-masnya sebagai bentuk rasa perhatian ketakutan ketinggalan minivan.

Akhirnya naik minivan dan aku duduk di kursi paling belakang bersama koper-koper penumpang lainnya. Selama perjalanan aku selalu stay pegang handphone sambil memastikan kalau arahnya benar dan gak kelewatan. Di sepanjang jalan tidak ada pemandangan yang membuatku berdecak kagum karena suasananya seperti di tol dan jalan besar pada umumnya. Kecepatan minivannya lumayan kencang dan aku yang dibelakang hanya bisa pasrah karena shockbreaker mobilnya terasa banget enyot-enyot gitu. Hahahaha tapi seru!

Oh iya, selama menunggu minivannya jalan aku juga sempat berbelanja ke Seven Eleven buat beli cemilan karena perjalanannya lumayan jauh, bukan lumayan lagi sih tapi jauh banget.

Aku sempat ketiduran beberapa kali karena ngantuk banget dan jalannya lurus mulu hehe, tapi aku kebangun-kebangun lagi karena ketindihan koper takut Santorini Parknya kelewatan karena aku kurang tahu sih minivan ini berhenti di mana di daerah Cha Am. Akhirnya setelah sekitar 3 atau 4 jam perjalanan sampai juga di Santorini Park. Pokoknya dipanggil gitu sama mas-masnya “Santorini” gitu seingetku. Lalu aku turun di pinggir jalan sementara minivannya berlalu saja seperti mantan dan kenangan.

Santorini Park
Akhirnya sampai juga di Santorini Park. Eits, jangan senang dulu. Kita harus menyebrang karena aku turunnya di ruas jalan kiri tapi Santorini Parknya ada di ruas jalan kanan, tapi tenang saja nyebrangnya gampang kok meski jalannya besar, karena ada seperti underpass gitu untuk nyebrang.

Santorini

Santorini(Pemandangan di depan pintu masuk Santorini Park)

Santorini

Santorini

Begitu sampai di depan Santorini Park aku langsung foto-foto dulu hehee.

Tiket masuk ke Santorini Park waktu itu 150 Baht per orang. Padahal awalnya aku sudah membayangkan akan naik kincir ria atau bianglala, eh tapi sayang banget waktu aku ke sana bianglalanya tutup. Sedih aku tuh!

Santorini

Yaudah akhirnya jalan-jalan dan foto-foto aja deh.

Santorini Park merupakan taman dengan latar belakang ala Santorini, Greece, di Yunani. Detail dari latar belakang bangunan, pemilihan warna cat putih biru ala anak SMP Santorini. Santorini Park memiliki banyak sekali spot foto meskipun sebenarnya taman ini tidak terlalu luas. Untuk mengelilingi Santorini Park juga tidak akan melelahkan walaupun bagi tipe orang yang jarang berjalan kaki.

Ketika berkeliling di Santorini Park kita akan melihat bangunan-bangunan di sebelah kiri dan kanan yang sebenarnya adalah toko-toko atau tempat makan tapi bentuknya unik. Bangunan tokonya, cat tokonya, bentuk kubah dan jalanan setapaknya benar-benar terasa seperti di Santorini (padahal belum pernah kesana hehe). Oh iya, uniknya lagi kalau di foto kalian melihat bangunannya ada lantai 2 dan bisa berfoto di balkonnya, kalian sudah tertipu hahaha karena sebenarnya tidak ada lantai dua-nya alias hanya pajangan aja. Lucu kan!

Santorini

Beberapa toko yang aku kunjungi di Santorini Park menjual baju-baju, oleh-oleh, dan merchandise. Aku tidak berbelanja merchandise di Santorini Park, tetapi aku membeli makanan (ini sih wajib). Aku makan siang di salah satu tempat makan di Santorini Park yaitu di Superichious (mengandung babi) yang aku suka sih telurnya hahaha aku sampai nambah telur. Kalian tahu kan telur-telur yang setengah matang yang biasanya disajikan bersama ramen?

Santorini

Lalu untuk dessert-nya aku membeli crepes. Nah uniknya crepesnya itu lemas, gak “kress” kaya crepes yang biasa aku beli di Bali gitu (tapi tetap crepesnya cantik di Instagram).

Santorini

Di Santorini Park juga terdapat berbagai wahana permainan seperti ferris wheel (bianglala) yang saat aku berkunjung sedang tutup, ada bumper car, ponycycle, trampoline, buat yang mau basah-basahan ada water park, masih ada beberapa wahana lain yang sepertinya akan terus bertambah. Rata-rata harga tiketnya untuk satu wahana berkisar di antara 120 Baht hingga 240 Baht.

Santorini

Begitulah kira-kira perjalananku ke Santorini Park. Aku gak kebayang sih gimana ribetnya jadi seleb Instagram yang mesti kece badai fotonya, ganti baju berkali-kali, ganti baterai dan lensa kamera, ganti presiden karena aku yang cuma jalan dan foto biasa aja rasanya udah ribet, capek, lepek, keringetan karena panas, lipstik hilang karena makan heboh. Salut deh sama mereka. Tapi, karena sudah penuh perjuangan menuju Santorini Park, aku akan menikmati perjalananku sebaik-baiknya dan berjuang untuk mengabadikan banyak foto sebagai kenang-kenangan dari sebuah perjuangan. (Maaf ya aku spam foto di sini).

Santorini

Santorini

Santorini

Oh iya, di perjalanan pulang sebenarnya aku nyasar juga sih hahaha. Waktu aku ke Santorini Park, minivan dengan rute Cha Am kembali ke Bangkok pada saat itu paling lambat jam 6 sore, jadi aku gak mau ketinggalan minivan. Dapat sih minivan, tapi aku gak tahu itu turunnya di mana. Aku  ketiduran di minivan karena menganggap kalau nanti kan pulangnya lebih gampang, turunnya sudah pasti di Mo Chit bus station lalu tinggal pesan Grab untuk langsung kembali ke hotel atau ke Mo Chit BTS station. Eh ternyata aku diturunin entah di stasiun mana (sepertinya aku pernah nonton film Thailand lokasinya di stasiun yang langsung ada mallnya tapi ga tahu itu di mana), masih untung sih stasiunnya di sebuah mall gitu. Penumpang yang lain pada turun dan ya mau ga mau harus turun. Nanya-nanya bego ke sana kemari tapi akhirnya ya take it easy aja sih sambil jalan-jalan ke mall itu sambil melihat map dan Grab.

Akhirnya aku menyerah, aku memesan Grab Car dan kembali ke apartment karena sudah lelah hehe.

How much the journey costs?

Biaya naik BTS:

Dari Stasiun Chong Nonsi ke National Stadium – 30 Baht (karena salah turun seperti yang aku ceritakan tadi, jadi mesti balik ke Stasiun Siam Centre) – 23 Baht

Naik BTS dari Siam Centre ke Stasiun Mo Chit – 33 Baht. Ingat ya, turun di Mo Chit station bukan di Victory Monument lagi!

Naik Grab dari Stasiun Mo Chit ke terminal bus Mo Chit – 137 Baht
Naik Minivan dari terminal Mo Chit ke Santorini Park, Cha Am – 160 Baht

Tiket Masuk Santorini Park -150 Baht
Membeli makan siang di Superichious Cafe:
Makanan utama (mengandung babi) – 89 Baht
Air mineral – 15 Baht,
Telur ala-ala di ramen 2 butir – 30 Baht
Membeli Crepes di Crepe a Crepe Santorini, Cha Am – 129 Baht

Naik Minivan dari Santorini Park kembali ke Bangkok – 160 Baht
Naik Grab dari mall yang entah di mana kembali ke apartment – 260 Baht

Total 1,216 Baht atau sekitar Rp 486,000 (ini belum termasuk sarapan, cemilan dan makan malamku ya).

Pro tips:

  • Agar foto-foto terlihat paripurna, gunakanlah pakaian yang warnanya cerah, kalau mau senada warna putih biru sangat dianjurkan.
  • Jangan lupa sunblock, di Santorini Park cuaca sangat panas.
  • Sediakan air agar tidak dehidrasi.
  • Sebelum naik minivan ingat pesan dulu sama mas-mas drivernya agar diingatkan untuk turun apabila tiba di Santorini Park.
  • Di Cha Am ada beberapa tempat yang bagus untuk dikunjungi seperti The Venezia Hua Hin dan Swiss Sheep Farm jadi kalau mau explore daerah Cha Am, Hua Hin lebih baik menginap di daerah sana karena lumayan jauh dari kota Bangkok.

Selamat berlibur!

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *