Bangkok Day 1: Naik Business Class dan Cara Isi Kartu Imigrasi

Bangkok Day 1: Naik Business Class, Cara Isi Kartu Imigrasi, Dilayanin Mas-Mas Cakep

Hi beauty babes, kali ini aku akan mengajak kalian flashback ke satu tahun yang lalu. Aku menulis blog ini sebagai kenangan aja sih, bukan untuk pamer. Sebenarnya aku mau nulis udah lama tapi aku terlalu mager sampai kepending satu tahun. Hehe. Oke, tepat setahun yang lalu aku ke Bangkok dalam rangka tutup poin MLM farewell. Kenapa Bangkok? Maunya ke Jepang tapi ngga bisa dong ya VISAnya jadi dalam waktu kurang dari seminggu, emang gue anak presiden? Aku juga ga punya outfit yang cocok buat ke Jepang yang ga tahulah waktu itu musim apa. Yaudahlah yang deket-deket aja dulu.

Penasaran seseru apa perjalananku? Yuk simak di sini!

Preparation
Karena kali ini aku ke Bangkoknya boleh bawa barang sekebon alias beli bagasi, jadi aku membawa koper 30kg. Sebenarnya yang 15kg cukup sih, tapi pulangnya aku yakin gak akan cukup jadi mending bawa yang besar daripada nanti keribetan sendiri bawa tas banyak. Seperti biasa aku sudah tahu mau pakai baju apa dari hari pertama sampai hari terakhir. Nah karena aku bisa dibilang sendiri perginya, jadi gak ada yang bisa dipinjemin catokan, sisir, makeup, dll. Jadinya aku mesti bawa semuanya sendiri dari rumah. Sendal, sepatu, daleman, obat, you name it, semuanya aku bawa. Kurang lebih sih bawaan intiku seperti yang pernah aku posting di sini.

Naik Pesawat Business Class
Oke, kalau yang ini aku boleh agak norak dikit gak sih? Hehehe. Thanks to my boss yang sudah mensponsori perjalanan kali ini. I’ll never forget it! Thanks juga buat Risma yang udah pilihin seat yang Instagramable alias sebelah sayap (eh apa sih namanya? kalau di sebelah sayap mah duduk di luar pesawat dong ya?). Btw pesawat yang aku naikin sebenarnya bukan business class yang utama gitu. Kemarin itu aku pakai maskapai Thai Airways. Kalau di Thai Airways ada kastanya, nah aku dikasihnya yang kasta nomor 2 yaitu yang Royal Silk, kasta paling tinggi kalau ga salah namanya Royal First, entahlah aku lupa, tapi ini aja udah berasa banget bedanya.

Begitu di Bandara Ngurah Rai nunjukin paspor sama tiket aja perlakuan orang-orang udah beda. Gak ribet dan cepat diurusinnya. Kalau di economy class kan ribet banget tuh periksain satu-satu, antri panjanglah, kalau ini kayanya ngikut alur aja terus udah deh di premium lounge.

Oh iya satu lagi bedanya, kita boleh maem-maem cantik di premium loungenya Thai Airways. Kalau naik economy class mah tuh tumbler udah aku isi air penuh biar ga beli air di bandara. Hahahaha.

Ini dia sedikit penampakan premium lounge Thai Airways.

Bangkok Day 1: Naik Business Class, Cara Isi Kartu Imigrasi, Dilayanin Mas-Mas Cakep

(Pleaselah kalo ginian doang mah di mall juga ada mesin kopi! Tapi serius kemaren tuh gak sempat fotoan di lounge karena merasa udik hahaha)

Aku ngga terlalu banyak makan sih karena aku baca review kalau makanan di pesawat nanti lebih enak. Jadi aku cuma ambil beberapa potong roti dan minum teh sambil nunggu pesawat berangkat.

Buat yang penasaran penampakan di dalam pesawatnya gimana, so sorry aku gak fotoin yang heboh gitu. Kira-kira ya kakinya legaan dikitlah selama 4 jam perjalanan menuju Bangkok.

Bangkok Day 1: Naik Business Class, Cara Isi Kartu Imigrasi, Dilayanin Mas-Mas Cakep

(Bisa selonjoran sambil menatap dengan nanar peta dengan tulisan Thailand)

Bangkok Day 1: Naik Business Class, Cara Isi Kartu Imigrasi, Dilayanin Mas-Mas Cakep

(Pemandangan mainstream dari dalam pesawat)

Bangkok Day 1: Naik Business Class, Cara Isi Kartu Imigrasi, Dilayanin Mas-Mas Cakep

(Bali from the Sky)

Waktu itu aku berangkatnya agak sore sekitar jam 4 sore. Biasanya aku adalah team gak mau rugi dan mesti berangkat pagi-pagi, tapi karena kali ini aku perginya lumayan lama yaitu semingguan jadi gapapalah berangkatnya sore.

Selama di pesawat aku perhatiin tuh cara mengoptimalkan penggunaan kursinya karena buset tombolnya banyak banget, bisa buat mijit, bisa buat tiduran, banyak gaya dan udik emang, jadi semuanya aku coba. Semoga mama tidak malu punya anak kaya aku :”)

Di kursi pesawatnya juga udah ada bantal, selimut, headsheet dan juga pouch Furla. Tapi dengan bodohnya gak aku buka. Nanti aku ceritain kebodohanku ini ya!

Here we go, cemilan pertama. Ada almond sama kacang-kacangan dan juga minumnya wine, entah jenis apa aku lupa dan ga begitu ngerti juga hehe. Info penting: winenya bisa direfill.

Bangkok Day 1: Naik Business Class, Cara Isi Kartu Imigrasi, Dilayanin Mas-Mas Cakep

Sumpah ya ini cemilan almondnya enak banget sampe kasian makannya, tapi pengen refill terus bungkus plastik buat nyemil nanti di hotel (makin udik). Gak berapa lama mba-mba pramugarinya nanyain mau makan apa sambil ngasi buku menu gitu. Aku pesannya makanan Thailand, aku lupa namanya apa, tapi sepertinya menunya tergantung penerbangan mereka deh.

Ini dia penampakannya.

Bangkok Day 1: Naik Business Class, Cara Isi Kartu Imigrasi, Dilayanin Mas-Mas Cakep

Hal yang pertama ada di pikiranku adalah: nasinya dikit banget, gak kenyang pasti. Huhu
Aku lupa banget detail makanannya, yang jelas dagingnya menurutku enak banget, khas Thailand gitu tapi aku masih bisa makanlah ya. Terus di mangkok kecil kedua itu ada buah-buahan seperti pepaya, kiwi, semangka, gitu-gitu deh. Di mangkok nomor 3 dari kiri ada olahan keju dan beberapa buah berry tapi rasa olahan kejunya menurutku agak hambar. Sisanya nasi dan sayuran. Nah yang di dalam cup kecil seperti pudding KFC itu adalah bumbu, entah buat cocol yang mana, tapi aku kurang suka. Terakhir ada jajanan sejenis cookies. Setelah makan mereka tanyain mau dessert apa? Royal silk pudding gitu kalau ga salah, tapi aku kurang suka. Overall dari segi makanan aku cukup suka karena masih cocok di lidah hahaha.

Habis makan ngapain? Yak nonton bentar atau main game di screen yang tersedia. Menurutku biasa aja sih ya, filmnya sudah kebanyakan aku tonton tapi lumayanlah untuk mengisi waktu luang. Sempat beberapa kali mencoba memutar MP3, tapi lagunya lagu Thailand, untung waktu itu belum terkenal lagu “wikwikwikwik” kalau ga sih mungkin itu udah aku dengar duluan.

Bahas toiletnya gak?
Ya toilet pesawatnya sih biasa aja ya seperti toilet pada umumnya, cuma lebih lengkap printilan di dalamnya. Banyak wewangian, towelnya aja wangi banget, yaampun. Adem rasanya dalem toilet.

Begitulah kira-kira selama 4 jam perjalanan dari Bali menuju Bangkok. Eits, selama perjalanan aku juga menyiapkan diri untuk mengisi kartu imigrasi. Jangan sampai terlalu leha-leha biar nanti gak repot begitu sampai di Airport.

Mengisi Kartu Imigrasi

Kalau bepergian ke luar negeri pasti kita akan disuruh mengisi kartu imigrasi, ya tujuannya sih sebagai data diri agar tidak ada imigran gelap, cukup kekasih saja yang gelap seperti Sephia.
Berikut penampakan dari kartu imigrasi Thailand (btw ini yang tahun lalu ya, kalau dia ganti design ya paling berubah dikit-dikit doang). Kalau berubahnya banyak dan bikin gak nyaman, putusin ajalah! (loh???)

Arrival Card:
1. Family Name (Nama Belakang)
2. First Name & Middle Name (Nama Depan & Tengah)
3. Nationality
4. Passport No. (Lihat nomor di buku paspor)
5. Visa No (kalau pakai Visa)
6. Address in Thailand (Cukup tulis nama daerah atau nama hotel tempat menginap, ini penting untuk diisi agar nanti gak ditanya lagi sama petugas imigrasi dan untuk mempersingkat waktu).
7. Flight No. (Lihat di tiket pesawat)
8. Male or Female udah tahu kan ya mesti nyilang yang mana?
9. Tanggal lahir dengan format Day, Month, and Year
10. Signature

Departure Card
1. Family Name (Nama Belakang)
2. First Name & Middle Name (Nama Depan & Tengah)
3. Tanggal lahir dengan format Day, Month, and Year
4. Male or Female
5. Nationality
6. Nomor Paspor
7. Flight nomor
8. Signature

Nah dibaliknya tuh ada beberapa pernyataan yang harus disilang juga dengan keadaan yang sesuai. Nih aku kasih contohnya:

Bangkok Day 1: Naik Business Class, Cara Isi Kartu Imigrasi, Dilayanin Mas-Mas Cakep

Bangkok Day 1: Naik Business Class, Cara Isi Kartu Imigrasi, Dilayanin Mas-Mas Cakep

Bangkok Day 1: Naik Business Class, Cara Isi Kartu Imigrasi, Dilayanin Mas-Mas Cakep

Bangkok Day 1: Naik Business Class, Cara Isi Kartu Imigrasi, Dilayanin Mas-Mas Cakep

(Terakhir nih foto biar kaya orang-orang, tapi kok gak Instagramable ya? Hehe)

Yeaaah sampai juga akhirnya di Suvarnabhumi Airport! Konon katanya sakitnya karena diguna-guna kalau turunnya di sini, kesannya lebih classy dibandingkan turun di Don Muang Airport. Tapi nih ya tapi kemarin itu udah malem dan aku udah capek, jadi gak begitu memperhatikan ada apa aja di Suvarnabhumi Airport.

Bangkok Day 1: Naik Business Class, Cara Isi Kartu Imigrasi, Dilayanin Mas-Mas Cakep

(Night sky Bangkok – Kalau lihat beginian suka ngerasa kita tuh cuma remah-remah semut di mata semesta)

Jadi pas turun dari pesawat kita dijemput shuttle bus menuju Airportnya. Tunggu koper sampai, lalu nuker duit atau narik duit dan nyari TAXI deh. Btw perbedaan kalau naik business class vs economy class yang paling terasa bagiku adalah kelegaan leyeh-leyeh kaki dan ngantri pemeriksaan beserta kawan-kawannya itu cepet banget.

Di perjalananku kali ini aku sebenarnya sudah nukar uang dari Bali buat jaga-jaga seandainya aku hilang gitu wkwk, cuma karena aku nemenin bosku jadinya beberapa kali aku tarik tunai dari kartu beliau. Satu lagi, aku gak pernah beli kartu perdana langsung di Airport karena mahal dan ngantrinya lumayan panjang. #Protips dari aku, belilah kartu perdana di mini market macam Seven Eleven karena biasanya harganya lebih bersahabat di kantong.

#Protips:
Buat yang bertanya, gimana cara pesan Grab menuju hotel kalau tanpa kartu perdana pada saat di Airport? Hmm kalau aku kemarin sih langsung cari TAXI jadi ya tinggal sebut nama hotelnya. Tapi kalau kalian lagi menghemat, perlu naik transportasi umum, dan gak mau beli kartu perdana di Airport, sebaiknya kalian googling dululah sejak jauh hari, dari Airport itu exitnya ke mana, terus berhentinya di mana, dan lain sebagainya. FYI, kalau maps Singapore masih bisa didownload offline, jadi tinggal mengikuti lajurnya saja, berbeda dengan maps Thailand karena mereka tidak menggunakan huruf alphabet jadi sepertinya tidak bisa didownload offline semudah peta Singapore. (Kurang tahu ya kalau sekarang bagaimana, siapa tau ada terobosan baru). Kalian juga bisa main-main www.rome2rio.com untuk simulasi dari mana mau ke mana beserta transportasi apa saja yang dapat digunakan, serta perkiraan biayanya, aplikasinya lumayan membantulah.

Balik lagi ke Airport yaaa…

Nah, pada saat nunggu koper muncul inilah aku lihat orang-orang yang satu pesawat tadi sama aku pada tenteng pouch Furla yang tadi ada di dalam pesawat dan aku merasa sangat bodoh meninggalkan pouch lucu yang mungkin bisa di-unboxing (padahal isinya cuma sikat gigi sama printilan cuci muka). Ya tapi Furla! Sedih sih tapi yaudahlah mending pesan TAXI.

Mesan TAXI di Suvarnabhumi Airport gak seperti di Bali alias kita yang disamperin. Nah ini kita rebutan di mesin buat ambil antrian TAXInya, dan kali ini kita dapat supir TAXI yang lumayan helpful. Aku ingat banget mobilnya penuh dengan tempelan replika uang kertas di semua langit-langit interiornya. Hmm okay, kalau uang beneran enak kali ya, setiap beli bensin tinggal cabut aja dari langit-langit mobil hahaha.

Bangkok Day 1: Naik Business Class, Cara Isi Kartu Imigrasi, Dilayanin Mas-Mas Cakep

(Saat menanti antrian TAXI)

Perjalanan dari Suvarnabhumi Airport menuju hotel yang aku tempati memakan waktu sekitar 30 menit. Kehidupan gemerlap Bangkok belum terlihat sih, sepanjang jalan aku cuma mikir, keadaan jalannya ini mirip banget sama jalanan By Pass Ngurah Rai – Bali, alur cepat dan lurus mulu jalannya. Ffinally setelah sekitar setengah jam sampai juga di hotel.

Eh gak hotel sih, apartment lebih tepatnya, tapi biar cepet sebut aja Bunga hotel ya.

Di sinilah aku menemukan mas-mas resepsionis cakep, kaya yang biasanya cuma bisa aku lihat di film Thailand. Sampe sekarang aku masih ingat wajahnya tapi serius aku lupa namanya. Sempat speechless waktu satu lift sama dia haha! Dia bantuin bawa koper terus bantu bukain pintu terus senyum sama aku. (ya emang itu tugasnya Isabela).

Oke, segitu dulu perjalanan hari pertamanya, malam itu aku hanya makan makanan di mini market yang ada di lantai dasar apartment karena mager mau beli makan keluar lagi, hehe.

See you tomorrow!

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *